Belajar Mendengar
Rabu, 22 Maret 2017
Seorang ibu bertanya kepada
anaknya yang berusia 5 tahun, “Kalau mama dan kamu sedang pergi bermain
bersama, lalu kita kehausan tapi tidak ada air, dan kebetulan di dalam tas
kecil kamu ada 2 buah apel, apa yang kamu akan lakukan?”
Si anak berpikir sejenak, lalu
menjawab mantap, “Saya akan menggigit kedua apel tersebut.”
Mendengar jawaban si anak, ibunya
pun kecewa. Awalnya ia berpikir untuk segera mengajarkan anaknya mengenai apa
yang seharusnya dilakukan, namun sang ibu terdiam dan mencoba bersabar.
Kemudian sang ibu berkata lembut
sambil membelai sayang kepala anaknya, “Bisakah kamu beritahu mama alasan,
kenapa kamu melakukan itu?”
Si anak pun menjawab dengan lugu,
sambil matanya berbinar cerah. “Karena…. karena saya mau memberikan apel yang
lebih manis kepada mama.” 🙂
Begitu mendengarnya, hati sang
ibu pun tersentuh. Tanpa terasa, air mata haru pun jatuh membasahi pipinya.
Terkadang, dalam keluarga
dekat/harmonis pun, bisa muncul kesalahpahaman. Untuk itu, yang kita perlukan
adalah kesabaran dan kemauan untuk mendengar secara tuntas penjelasan dari
orang-orang yang kita kasihi.
Yang Hilang Dari Negeriku
Jumat, 20 Mei 2016
Catatan dari seorang kawan,
Foto di bawah ini, adalah pemandangan yg lazim disaksikan tempo dulu. Kala anak-anak murid mau memasuki sekolah tempat menimba ilmu.
Foto di bawah ini, adalah pemandangan yg lazim disaksikan tempo dulu. Kala anak-anak murid mau memasuki sekolah tempat menimba ilmu.
Mereka melewati pintu depan yg sudah ditunggu oleh tuan guru.
Semua berjalan menunduk sebagai bentuk hormat dan "ngajeni" kepada
yang lebih tua.
Berjalan
membungkuk bukan hanya sekedar tata cara penghormatan. Tapi juga sebuah simbol
mau merendahkan diri kepada manusia lain yang dinilai lebih berat
"isinya". Bisa ilmunya, bisa usianya, atau bisa karena maqom
(kedudukan) nya.
Namun
sekarang itu nampaknya sudah mulai hilang dan mungkin hanya tinggal cerita yg
bisa dikenang. Sekarang, pendekatan guru sebagai teman terkadang malah
kebablasan. Tak ada lagi sikap sungkan. Tak ada lagi ewuh pekewuh kepada sang
guru. Karena dianggap teman dan sekedar fasilitator pendidikan.
Ditempeleng,
lapor komnas HAM. Kalau murid gagal, guru disalahkan.
Saya
masih ingat, bagaimana dulu, saya dan kawan-kawan sebaya berlomba menjemput
guru kami saat memasuki pagar. Ada yg berebut membawakan sepedanya dan
membawakan tasnya. Yang tak kebagian. Tetap bisa berebut untuk urusan salim
mencium tangan.
Diperintah
guru mengambil kapur adalah sebuah kebanggaan prestisius. Mengunjunginya saat
sakit adalah aturan tak tertulis yg membuat para murid bergegas dan
berinisiatif patungan lalu membuat rencana untuk mewujudkan.
Gambar
ini berbicara lebih dari sekedar tata krama. Tapi juga sebuah kesiapan menerima.
Dan ikrar tanpa kata, "Bahwa kami ingin diajari menjadi manusia".
Semoga
kita kembali menjadi bangsa yang tahu tata krama pada yang tua, dan mengerti
bahwa menjaga adab dan sopan santun bukanlah bagian dari keprimitifan.
Sebenarnya 'Galau' Bukan Sih?
Jumat, 06 Mei 2016

Ada yang bilang ”Untuk sukses kita mesti punya ATM”. Lah, apa
hubungannya sukses sama ATM? Untuk modal kerja maksudnya? Meski punya modal banyak tapi skil gak memadai
hasilnya akan nihil juga kan.. trus apa gunanya ATM kalau nyatanya pengetahuan
pas-pasan?. Eit, tunggu dulu.. ATM yang saya maksud di sini bukan sembarang
ATM, yang saya maksud ATM A-nya adalah Amati, T-nya Tiru dan M maksudnya Modifikasi.
Ini jurus lawas sih sebenarnya, tapi jangan khawatir.. khasiatnya masih terjaga
sampai akhir dunia.
Menurut saya, untuk sukses gak perlu ndadak punya ATM
segala, saya cukup dengan Triple N ( 3N ) saja. N yang pertama Niteni, N yang kedua Nirokke.
Dan N selanjutnya Ngembangke.
Up’s sama ya… Ya
wis lah, pokok gitu.
Bukannya saya bermaksud menggurui. Hanya membagi sedikit yang
pernah saya baca. Kali aja Anda belum membaca. Kalau sudah ya untuk sekedar
mengingatkan saja, tak ada ruginya.
Apalagi kalau sedang dilanda galau tiada ujung - laiknya saya, mungkin akan berfaedah.
Saya
yang galau adalah saya yang lupa cara untuk bersenang-senang. Selalu disibukkan
dengan rutinitas itu-itu melulu. Atau malah tak ada kesibukan sama sekali alias
nganggur(dot)com. Ini yang membikin saya pening tanpa musabab
yang pasti. Tapi efeknya begitu nyata. Saya dibuat tak berdaya untuk melakukan
apa-apa. Mengharu-biru
tragis. Tapi tak separah itu juga kali... Nyatanya kini saya masih bisa membagi
pengalaman. yang menimpa saya. Mungkin saja tak pelak muspro buat anda
di lain kesempatan. Aih, bukannya saya menghendaki anda untuk menjadi galau, bukan..
bukan itu tujuan saya. Hanya saja untuk sedia payung sebelum hujan. Kali aja
bola liar kegalauan dioper ke anda. Jangan anggap saya orang yang amat parau, karena
banyak cetus ini itu. Tak ada tedeng aling-aling apa-apa. Kan ini semata
niatan tulus saya untuk berbagi. Itu saja,
tidak kurang dan tidak lebih. Yah, kalau kurang ya mohon dijangkepi. Kalau
lebih, boleh anda ambil, monggo silahkan.//dan akhirnya sayapun berpikir 'Nyambung nggak sih???'
Si Tukang Rindu
Kamis, 04 Februari 2016

Menulis adalah caraku ungkapkan rindu kepadamu.
Kata perkata hingga menjadi frasa dan terkadang
saking rindunya aku bisa jadi syair yang syahdu.
Ini bukan sebuah kepiluan ataupun sebuah kegalauan.
Ini adalah kerinduan.
Sederhana saja, tak perlu memakan banyak kata.
“AKU MERINDUKANMU”
Aku bukan pesajak yang bijak.
Aku hanya mampu mengingat senyummu yang memikat.
Ini bukan perang karena rindu bukanlah lawan..
Rindu adalah teman yang selalu ada di setiap waktuku, karena aku selalu merindukanmu.
Rindu adalah teman yang selalu ada di setiap waktuku, karena aku selalu merindukanmu.
Maaf jika ada kata yang membuatmu keluar dari batas
nyaman.
Membaca tulisan ini tidak memakan banyak waktumu padahal...
Aku sudah tahu rindu ini akan berbuah sendu. Aku
tahu itu.
Malam ini, aku sudah selesai menulis dengan senyum
meringis dan selalu kujaga biar tak habis.
Sekarang aku antar rindu, terserah mau kamu
apakan...
Mengenal Sindrom Pre Menstruasi atau PMS (Pre Menstruation Syndrome)
Jumat, 29 Januari 2016
Perasaan galau tidak
karuan, gampang sedih, ngambek, mudah tersinggung dan menangis sepertinya sudah
menjadi menu bulanan perempuan yang mengalami haid. Meskipun tidak selalu
muncul, namun sudah dimaklumi bahwa perempuan akan menjadi lebih sensitif
ketika datang bulan. Suatu hal yang wajar namun bisa diatasi insyaallah,
tentunya dengan cara-cara yang syar’i supaya hari-hari yang dilalui seorang
perempuan haid bisa lebih bernilai positif.
Mengapa Jadi Lebih
Sensitif ? Kondisi emosional perempuan yang sedang haid memang lebih labil dari
biasanya. Hal ini bukan sekedar mitos namun fakta yang bisa dijelaskan secara
ilmiah. Semua perubahan kondisi fisik dan kejiwaan perempuan haid disebabkan
oleh hormon yang dihasilkan oleh ovarium. Maka tidak heran jika perempuan yang
sedang haid menjadi lebih labil (berubah-ubah), kadang sangat bersemangat,
namun kadang sangat sensitif dan mudah tersinggung.
Mengenal Sindrom Pre
Menstruasi atau PMS (Pre Menstruation Syndrome)
Sindrom pre-menstruasi
atau yang lebih dikenal dengan PMS (pre-menstruation syndrome) merupakan
kumpulan gejala fisik, psikologis dan emosi yang terkait dengan proses
terjadinya siklus haid perempuan. Sekitar 80%-95% perempuan pada usia
melahirkan mengalami gejala-gejala pra-haid yang dapat mengganggu beberapa
aspek dalam kehidupannya.
Gejala tersebut
seringkali terjadi secara teratur pada dua pekan periode sebelum haid. Hal ini
dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut
setelahnya. Sebagian kecil dari kalangan perempuan antara usia 20 hingga 35
tahun dapat mengalami sindrom pra-haid dengan sangat hebat pengaruhnya.
Terkadang mengharuskan mereka beristirahat dari kesibukan rutinitias hariannya.
Gangguan kesehatan berupa pusing, depresi, perasaan sensitif berlebihan. Gejala
tersebut terjadi sekitar dua pekan sebelum haid dan seringkali dianggap hal
yang lumrah bagi perempuan usia produktif.
Sekitar 80%-95% perempuan pada usia melahirkan mengalami gejala-gejala pra-haid yang dapat mengganggu beberapa aspek dalam kehidupannya.
Faktor Risiko
Terjadinya Sindrom Pre Menstruasi
Ada beberapa faktor
yang meningkatkan risiko terjadinya PMS, antara lain:
• Perempuan yang pernah
melahirkan (PMS semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila
pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti toksemia).
• Status perkawinan (perempuan
yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dibandingkan yang belum).
• Usia (PMS semakin sering
dan mengganggu dengan bertambahnya usia, terutama antara usia 30 - 45 tahun).
• Stres (faktor stres
memperberat gangguan PMS).
• Diet (faktor
kebiasaan makan seperti tinggi gula, garam, kopi, teh, coklat, minuman bersoda,
produk susu, makanan olahan, memperberat gejala PMS).
• Kekurangan zat-zat
gizi seperti kurang vitamin B (terutama B6), vitamin E, vitamin C, magnesium, zat
besi, seng, mangan, asam lemak linoleat. Kebiasaan merokok dan minum alkohol
juga dapat memperberat gejala PMS.
• Kegiatan fisik
(kurang berolahraga dan aktivitas fisik menyebabkan semakin beratnya PMS).
Mengenal 4 Tipe Sindrom
Pre Menstruasi
Ada 4 tipe PMS dan
setiap tipe memiliki gejalanya sendiri, yaitu :
1. PMS tipe A (anxiety)
ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, sensitif, saraf tegang, perasaan
labil. Bahkan beberapa perempuan mengalami depresi ringan sampai sedang saat
sebelum mendapat haid. Gejala ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon
estrogen dan progesteron, dimana hormon estrogen terlalu tinggi dibandingkan
dengan hormon progesteron. Pemberian hormon progesteron kadang dilakukan untuk
mengurangi gejala, tetapi beberapa peneliti mengatakan, pada penderita PMS bisa
jadi kekurangan vitamin B6 dan magnesium. Penderita PMS A sebaiknya banyak
mengonsumsi makanan berserat dan mengurangi minum kopi.
2. PMS tipe H (hyperhydration) memiliki gejala
edema (bengkak), perut kembung, nyeri pada buah dada, pembengkakan tangan dan
kaki, peningkatan berat badan sebelum haid. Gejala tipe ini dapat juga dirasakan bersamaan dengan tipe PMS lain.
Pembengkakan itu terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan di luar sel
(ekstrasel) karena tingginya asupan garam atau gula pada diet penderita.
Pemberian obat diuretika untuk mengurangi retensi (penimbunan) air dan natrium
pada tubuh hanya mengurangi gejala yang ada. Untuk mencegah terjadinya gejala
ini penderita dianjurkan mengurangi asupan garam dan gula serta membatasi minum
sehari-hari.
3. PMS tipe C (craving)
ditandai dengan rasa lapar ingin mengonsumsi makanan yang manis-manis (biasanya
coklat) dan karbohidrat sederhana (biasanya gula). Pada umumnya sekitar 20
menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia
seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang terkadang sampai
pingsan. Hipoglikemia timbul karena pengeluaran hormon insulin dalam tubuh
meningkat. Rasa ingin menyantap makanan manis dapat disebabkan oleh stres,
tinggi garam dalam diet makanan, tidak terpenuhinya asam lemak esensial (omega
6), atau kurangnya magnesium.
4. PMS tipe D
(depression) ditandai dengan gejala rasa depresi, ingin menangis, lemah,
gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata- kata
(verbalisasi), bahkan kadang- kadang muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba
bunuh diri.
Biasanya PMS tipe D
berlangsung bersamaan dengan PMS tipe A, hanya sekitar 3% dari seluruh tipe PMS
benar-benar murni tipe D. PMS tipe D murni disebabkan oleh ketidakseimbangan
hormon progesteron dan estrogen, hormon progesteron dalam siklus haid terlalu
tinggi dibandingkan dengan hormon estrogennya.
Kombinasi PMS tipe D
dan tipe A dapat disebabkan oleh stres, kekurangan asam amino tyrosine,
penyerapan dan penyimpanan timbal di tubuh, atau kekurangan magnesium dan vitamin
B (terutama B6). Ada pula kram perut pada hari pertama atau satu hari menjelang
datang bulan. Banyak perempuan yang mengeluh sakit perut atau tepatnya kram
perut.
Gangguan kram perut ini
tidak termasuk PMS walaupun kadang bersamaan dengan gejala PMS.
Bagaimana Cara
Mengendalikan Emosi?
Sebagaimana kita perlu
mengendalikan emosi marah, maka emosi sedih dan gundah gulana juga perlu kita
kendalikan. Kondisi kejiwaan dan emosional yang sedang labil tidak boleh
menjadi alasan untuk terus menerus larut dalam kesedihan. Berikut ini beberapa
langkah yang bisa ditempuh para perempuan untuk mengendalikan kondisi emosional
ketika sedang haid :
. . . tidak pernah didapati orang yang ikhlas dalam berdzikir dan berdoa kepada Allah mengalami depresi atau yang semisalnya.
1. Banyak berdzikir, mengingat
Allah.
Kondisi seseorang yang
menenangkan diri dengan cara berdzir dan berdoa pada Allah terbukti bisa melejitkan kadar serotonin
(hormon yang memunculkan efek bahagia atau gembira). Maka tidak pernah didapati
orang yang ikhlas dalam berdzikir dan berdoa kepada Allah mengalami depresi
atau yang semisalnya.
2. Mengalihkan emosi
negatif ke hal-hal yang lebih bersifat positif.
Adakalanya kita tidak
bisa tenang dengan sekedar meniatkan atau menginginkannya. Untuk itu diperlukan
usaha untuk lebih menekan perasaan atau suasana hati yang tidak baik. Alihakan
emosi dan tenaga yang dimiliki kepada kegiatan yang lebih bermanfaat dan
tentunya tidak melanggar syari’at. Mendengarkan kajian sambil minum segelas
minuman hangat bisa jadi pilihan ketika kita butuh menenangkan diri. Jangan mengikuti
perasaan dengan membiarkan diri kita melamun atau mengerjakan hal-hal negatif
seperti misalnya banyak mengeluh di facebook atau marah-marah tanpa alasan yang
jelas.
3. Terapi bicara pada
orang lain.
Dalam kondisi
sendirian, seseorang lebih mudah terjatuh pada kegiatan negatif karena
kurangnya kontrol sosial. Carilah teman yang bisa memberikan nasihat bermanfaat
dan amanah (bisa dipercaya). Terapi bicara disini tidak berarti kita harus
menumpahkan semua uneg-uneg hingga membuka aib pribadi. Bicara yang dimaksud
adalah berusaha tetap terkoneksi dengan orang di sekitar kita, semisal
orangtua, saudara, atau teman. Pembicaraan yang diangkat hendaknya yang
bermanfaat dan tidak menambah beban pikiran kita. Ketika kita berbicara pada
orang yang kita percaya, maka tubuh kita akan melepaskan senyawa-senyawa kimia
yang merangsang perasaan gembira. Yang paling menonjol adalah dilepaskannya
oksitosin akibat adanya perasaan aman, penuh dukungan, dan positif. Terapi
bicara juga ditujukan untuk mempelajari strategi baru dalam mengatasi stress
atau tekanan. Jika kondisi memungkinkan, momen silaturrohim ke keluarga atau
ziarah ke rumah temah bisa menjadi wasilah (jalan) untuk melakukan terapi
bicara.
4. Berolahraga.
Perempuan yang sedang
haid tidak dilarang melakukan olahraga selama tidak berlebihan. Jangan lupa
untuk melakukan pemanasan supaya perut tidak kram. Pilih olahraga ringan namun
kontinu seperti jalan kaki atau senam. Tidak perlu sampai berjam-jam, cukup
20-30 menit namun rutin dalam berolahraga.
5. Mengerjakan Hobi.
Kesukaan kita pada
sesuatu hal akan sangat membantu meningkatkan mood atau suasana hati yang tidak
baik. Namun tentu saja kita harus memilih hobi yag bermanfaat dan tidak
menyalahi syari’at. Kerjakan hobi di saat kita mulai dilanda suasana hati tidak
menentu maka kita akan merasakan manfaatnya. Mungkin saja kita sudah lama tidak
mengerjakan hobi karena minimnya waktu luang, maka ketika ada kesempatan segera
manfaatkan dengan sebaik- baiknya. Hobi membaca, menulis, berkebun, menyulam,
menjahit, atau memasak merupakan beberapa contoh hobi yang bisa dikerjakan
perempuan yang sedang haid tanpa harus keluar rumah.
Beberapa contoh yang
disebutkan di atas hanya sebagian kecil contoh cara-cara untuk mengatasi suasan
hati yang tidak baik ketika sedang haid. Masih banyak lagi cara lain yang bisa
ditempuh untuk menyingkirkan perasaan sedih atau galau. Namun satu hal yang
harus selalu diingat, hendaknya jangan selalu mengikuti kata hati dan
berhati-hatilah dengan bisikan syaithon. Hal ini mengingat kondisi keimanan
seorang perempuan yang sedang haid biasanya turun drastis dari hari biasanya.
Tepislah setiap niat atau pikiran buruk dan segera alihkan pada hal-hal yang
bermanfaat. Meskipun tidak bisa sholat atau puasa, namun masih banyak ibadah
yang bisa dikerjakan ketika sedang haid, seperti sedekah, mendengarkan kajian,
dan perbuatan-perbuatan baik lainnya. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita
semua.
Selama Masih Urusan Dunia...
Kamis, 10 Desember 2015
Ia Bukan Apa-apa,
Bukan Masalah
Besar atau Layak Untuk Dibesar-besarkan.
Diceritakan bahwa, ada seorang lelaki yang sedang hanyut
dalam kesedihannya datang menemui Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a, ia pun
berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku datang kepadamu karena aku sudah tidak
mampu lagi menahan beban kesedihanku.”
Lelaki
itu berkata, “Ya, tanyakanlah !”
“Apakah
engkau datang ke dunia bersama dengan masalah-masalah ini?” kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib
r.a.
“Tentu
tidak” jawabnya.
“Lalu
apakah kau akan meninggalkan dunia dengan membawa masalah-masalah ini?” tanya Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.
“Tidak
juga” jawabnya.
Lalu
Sayidina Ali r.a berkata: “Lalu mengapa
kau harus bersedih atas apa yang tidak kau bawa saat datang dan tidak mengikutimu saat kau pergi?”
“Seharusnya
hal ini tidak membuatmu bersedih seperti ini. Bersabarlah atas urusan dunia..
Jadikanlah
pandanganmu ke langit lebih ‘panjang’
dari pandanganmu ke bumi dan kau pun akan mendapat apa yang kau inginkan….
TERSENYUMLAH..!
KERANA
RIZKIMU TELAH DIBAGI DAN DISUSUN RAPI OLEH ALLAH
DAN
URUSAN HIDUPMU JUGA TELAH DIATUR
OLEH YANG MAHA PENCIPTA...
Urusan
dunia tidak layak untuk membuatmu bersedih semacam ini karena semuanya ada di
tangan Yang
Maha Hidup dan Maha Mengatur…”
Kemudian
Sayyidina
Ali bin Abi thalib r.a meneruskan ungkapannya,
“Seorang
mukmin hidup dalam dua hal, yaitu kesulitan dan kemudahan. Keduanya adalah
nikmat jika ia menyadarinya.
Di balik
kemudahan ada rasa syukur. Sementara Allah telah berfirman,
وَسَيَجۡزِي
ٱللَّهُ ٱلشَّٰكِرِينَ ١٤٤
“Allah akan
Memberi balasan kepada orang-orang yang
bersyukur.”
(QS. Ali
Imran: 144)
Dan
di balik
kesulitan ada kesabaran, dan Allah telah berfirman,
إِنَّمَا
يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٖ ١٠
“Hanya
orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
(QS. Az-Zumar:
10)
Bagi
seorang mukmin, kesulitan dan kemudahan adalah ladang untuk menabung pahala dan
merupakan hadiah dari Allah Subhanahu Wata’ala.
Lalu kenapa masih bersedih?
Jangan
selalu mengeluh “Ohh.. Betapa besar masalah yang aku
hadapi”.
Tapi katakan pada masalah itu, “Sungguh aku
punya Allah yang Maha Besar”.
Semoga
cerita di atas menjadi bahan renungan
untuk kita dalam mengarungi pasang-surut kehidupan dunia.
Hanya
kepada Allah lah
aku menyerahkan urusan hidup ini… Dan hanya kepada
Allah lah tempat aku bergantung mengharap dan memohon pertolongan. Wallahu a’lam bisshawab.
Langganan:
Postingan (Atom)




