Translate

Diberdayakan oleh Blogger.

Join us on Facebook

Side Ads

Cari Blog Ini

My Facebook

.

.

Yang Hilang Dari Negeriku

Jumat, 20 Mei 2016

Catatan dari seorang kawan,

Foto di bawah ini, adalah pemandangan yg lazim disaksikan tempo dulu. Kala anak-anak murid mau memasuki sekolah tempat menimba ilmu.
Mereka melewati pintu depan yg sudah ditunggu oleh tuan guru. Semua berjalan menunduk sebagai bentuk hormat dan "ngajeni" kepada yang lebih tua.
Berjalan membungkuk bukan hanya sekedar tata cara penghormatan. Tapi juga sebuah simbol mau merendahkan diri kepada manusia lain yang dinilai lebih berat "isinya". Bisa ilmunya, bisa usianya, atau bisa karena maqom (kedudukan) nya.
Namun sekarang itu nampaknya sudah mulai hilang dan mungkin hanya tinggal cerita yg bisa dikenang. Sekarang, pendekatan guru sebagai teman terkadang malah kebablasan. Tak ada lagi sikap sungkan. Tak ada lagi ewuh pekewuh kepada sang guru. Karena dianggap teman dan sekedar fasilitator pendidikan.
Ditempeleng, lapor komnas HAM. Kalau murid gagal, guru disalahkan.
Saya masih ingat, bagaimana dulu, saya dan kawan-kawan sebaya berlomba menjemput guru kami saat memasuki pagar. Ada yg berebut membawakan sepedanya dan membawakan tasnya. Yang tak kebagian. Tetap bisa berebut untuk urusan salim mencium tangan.
Diperintah guru mengambil kapur adalah sebuah kebanggaan prestisius. Mengunjunginya saat sakit adalah aturan tak tertulis yg membuat para murid bergegas dan berinisiatif patungan lalu membuat rencana untuk mewujudkan.
Gambar ini berbicara lebih dari sekedar tata krama. Tapi juga sebuah kesiapan menerima. Dan ikrar tanpa kata, "Bahwa kami ingin diajari menjadi manusia".
Semoga kita kembali menjadi bangsa yang tahu tata krama pada yang tua, dan mengerti bahwa menjaga adab dan sopan santun bukanlah bagian dari keprimitifan.

Sebenarnya 'Galau' Bukan Sih?

Jumat, 06 Mei 2016


Ada yang bilang ”Untuk sukses kita mesti punya ATM”. Lah, apa hubungannya sukses sama ATM? Untuk modal kerja maksudnya?  Meski punya modal banyak tapi skil gak memadai hasilnya akan nihil juga kan.. trus apa gunanya ATM kalau nyatanya pengetahuan pas-pasan?. Eit, tunggu dulu.. ATM yang saya maksud di sini bukan sembarang ATM, yang saya maksud ATM A-nya adalah Amati, T-nya Tiru dan M maksudnya Modifikasi. Ini jurus lawas sih sebenarnya, tapi jangan khawatir.. khasiatnya masih terjaga sampai akhir dunia.
Menurut saya, untuk sukses gak perlu ndadak punya ATM segala, saya cukup dengan Triple N ( 3N ) saja. N yang pertama Niteni, N yang kedua Nirokke. Dan N selanjutnya Ngembangke.
Up’s sama ya… Ya wis lah, pokok gitu.
Bukannya saya bermaksud menggurui. Hanya membagi sedikit yang pernah saya baca. Kali aja Anda belum membaca. Kalau sudah ya untuk sekedar mengingatkan saja, tak ada ruginya. Apalagi kalau sedang dilanda galau tiada ujung - laiknya saya, mungkin akan berfaedah.
Saya yang galau adalah saya yang lupa cara untuk bersenang-senang. Selalu disibukkan dengan rutinitas itu-itu melulu. Atau malah tak ada kesibukan sama sekali alias nganggur(dot)com. Ini yang membikin saya pening tanpa musabab yang pasti. Tapi efeknya begitu nyata. Saya dibuat tak berdaya untuk melakukan apa-apa. Mengharu-biru tragis. Tapi tak separah itu juga kali... Nyatanya kini saya masih bisa membagi pengalaman. yang menimpa saya. Mungkin saja tak pelak muspro buat anda di lain kesempatan. Aih, bukannya saya menghendaki anda untuk menjadi galau, bukan.. bukan itu tujuan saya. Hanya saja untuk sedia payung sebelum hujan. Kali aja bola liar kegalauan dioper ke anda. Jangan anggap saya orang yang amat parau, karena banyak cetus ini itu. Tak ada tedeng aling-aling apa-apa. Kan ini semata niatan tulus saya untuk berbagi. Itu saja, tidak kurang dan tidak lebih. Yah, kalau kurang ya mohon dijangkepi. Kalau lebih, boleh anda ambil, monggo silahkan.

//dan akhirnya sayapun berpikir 'Nyambung nggak sih???'

Si Tukang Rindu

Kamis, 04 Februari 2016


Menulis adalah caraku ungkapkan rindu kepadamu.

Kata perkata hingga menjadi frasa dan terkadang saking rindunya aku bisa jadi syair yang syahdu.

Ini bukan sebuah kepiluan ataupun sebuah kegalauan.
Ini adalah kerinduan.

Sederhana saja, tak perlu memakan banyak kata.

“AKU MERINDUKANMU”

Aku bukan pesajak yang bijak.
Aku hanya mampu mengingat senyummu yang memikat.

Ini bukan perang karena rindu bukanlah lawan..
Rindu adalah teman yang selalu ada di setiap waktuku, karena aku selalu merindukanmu.

Maaf jika ada kata yang membuatmu keluar dari batas nyaman.

Membaca tulisan ini tidak memakan banyak waktumu padahal...

Aku sudah tahu rindu ini akan berbuah sendu. Aku tahu itu.
Malam ini, aku sudah selesai menulis dengan senyum meringis dan selalu kujaga biar tak habis.

Sekarang aku antar rindu, terserah mau kamu apakan...



Mengenal Sindrom Pre Menstruasi atau PMS (Pre Menstruation Syndrome)

Jumat, 29 Januari 2016

Perasaan galau tidak karuan, gampang sedih, ngambek, mudah tersinggung dan menangis sepertinya sudah menjadi menu bulanan perempuan yang mengalami haid. Meskipun tidak selalu muncul, namun sudah dimaklumi bahwa perempuan akan menjadi lebih sensitif ketika datang bulan. Suatu hal yang wajar namun bisa diatasi insyaallah, tentunya dengan cara-cara yang syar’i supaya hari-hari yang dilalui seorang perempuan haid bisa lebih bernilai positif.
Mengapa Jadi Lebih Sensitif ? Kondisi emosional perempuan yang sedang haid memang lebih labil dari biasanya. Hal ini bukan sekedar mitos namun fakta yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Semua perubahan kondisi fisik dan kejiwaan perempuan haid disebabkan oleh hormon yang dihasilkan oleh ovarium. Maka tidak heran jika perempuan yang sedang haid menjadi lebih labil (berubah-ubah), kadang sangat bersemangat, namun kadang sangat sensitif dan mudah tersinggung.

Mengenal Sindrom Pre Menstruasi atau PMS (Pre Menstruation Syndrome)

Sindrom pre-menstruasi atau yang lebih dikenal dengan PMS (pre-menstruation syndrome) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis dan emosi yang terkait dengan proses terjadinya siklus haid perempuan. Sekitar 80%-95% perempuan pada usia melahirkan mengalami gejala-gejala pra-haid yang dapat mengganggu beberapa aspek dalam kehidupannya.

Gejala tersebut seringkali terjadi secara teratur pada dua pekan periode sebelum haid. Hal ini dapat hilang begitu dimulainya pendarahan, namun dapat pula berlanjut setelahnya. Sebagian kecil dari kalangan perempuan antara usia 20 hingga 35 tahun dapat mengalami sindrom pra-haid dengan sangat hebat pengaruhnya. Terkadang mengharuskan mereka beristirahat dari kesibukan rutinitias hariannya. Gangguan kesehatan berupa pusing, depresi, perasaan sensitif berlebihan. Gejala tersebut terjadi sekitar dua pekan sebelum haid dan seringkali dianggap hal yang lumrah bagi perempuan usia produktif.
Sekitar 80%-95% perempuan pada usia melahirkan mengalami gejala-gejala pra-haid yang dapat mengganggu beberapa aspek dalam kehidupannya.

Faktor Risiko Terjadinya Sindrom Pre Menstruasi

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya PMS, antara lain:
• Perempuan yang pernah melahirkan (PMS semakin berat setelah melahirkan beberapa anak, terutama bila pernah mengalami kehamilan dengan komplikasi seperti toksemia).
• Status perkawinan (perempuan yang sudah menikah lebih banyak mengalami PMS dibandingkan yang belum).
• Usia (PMS semakin sering dan mengganggu dengan bertambahnya usia, terutama antara usia 30 - 45 tahun).
• Stres (faktor stres memperberat gangguan PMS).
• Diet (faktor kebiasaan makan seperti tinggi gula, garam, kopi, teh, coklat, minuman bersoda, produk susu, makanan olahan, memperberat gejala PMS).
• Kekurangan zat-zat gizi seperti kurang vitamin B (terutama B6), vitamin E, vitamin C, magnesium, zat besi, seng, mangan, asam lemak linoleat. Kebiasaan merokok dan minum alkohol juga dapat memperberat gejala PMS.
• Kegiatan fisik (kurang berolahraga dan aktivitas fisik menyebabkan semakin beratnya PMS).

Mengenal 4 Tipe Sindrom Pre Menstruasi

Ada 4 tipe PMS dan setiap tipe memiliki gejalanya sendiri, yaitu :

1. PMS tipe A (anxiety) ditandai dengan gejala seperti rasa cemas, sensitif, saraf tegang, perasaan labil. Bahkan beberapa perempuan mengalami depresi ringan sampai sedang saat sebelum mendapat haid. Gejala ini timbul akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron, dimana hormon estrogen terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon progesteron. Pemberian hormon progesteron kadang dilakukan untuk mengurangi gejala, tetapi beberapa peneliti mengatakan, pada penderita PMS bisa jadi kekurangan vitamin B6 dan magnesium. Penderita PMS A sebaiknya banyak mengonsumsi makanan berserat dan mengurangi minum kopi.

2.  PMS tipe H (hyperhydration) memiliki gejala edema (bengkak), perut kembung, nyeri pada buah dada, pembengkakan tangan dan kaki, peningkatan berat badan sebelum haid. Gejala tipe ini dapat  juga dirasakan bersamaan dengan tipe PMS lain. Pembengkakan itu terjadi akibat berkumpulnya air pada jaringan di luar sel (ekstrasel) karena tingginya asupan garam atau gula pada diet penderita. Pemberian obat diuretika untuk mengurangi retensi (penimbunan) air dan natrium pada tubuh hanya mengurangi gejala yang ada. Untuk mencegah terjadinya gejala ini penderita dianjurkan mengurangi asupan garam dan gula serta membatasi minum sehari-hari.

3. PMS tipe C (craving) ditandai dengan rasa lapar ingin mengonsumsi makanan yang manis-manis (biasanya coklat) dan karbohidrat sederhana (biasanya gula). Pada umumnya sekitar 20 menit setelah menyantap gula dalam jumlah banyak, timbul gejala hipoglikemia seperti kelelahan, jantung berdebar, pusing kepala yang terkadang sampai pingsan. Hipoglikemia timbul karena pengeluaran hormon insulin dalam tubuh meningkat. Rasa ingin menyantap makanan manis dapat disebabkan oleh stres, tinggi garam dalam diet makanan, tidak terpenuhinya asam lemak esensial (omega 6), atau kurangnya magnesium.

4. PMS tipe D (depression) ditandai dengan gejala rasa depresi, ingin menangis, lemah, gangguan tidur, pelupa, bingung, sulit dalam mengucapkan kata- kata (verbalisasi), bahkan kadang- kadang muncul rasa ingin bunuh diri atau mencoba bunuh diri.
Biasanya PMS tipe D berlangsung bersamaan dengan PMS tipe A, hanya sekitar 3% dari seluruh tipe PMS benar-benar murni tipe D. PMS tipe D murni disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon progesteron dan estrogen, hormon progesteron dalam siklus haid terlalu tinggi dibandingkan dengan hormon estrogennya.
Kombinasi PMS tipe D dan tipe A dapat disebabkan oleh stres, kekurangan asam amino tyrosine, penyerapan dan penyimpanan timbal di tubuh, atau kekurangan magnesium dan vitamin B (terutama B6). Ada pula kram perut pada hari pertama atau satu hari menjelang datang bulan. Banyak perempuan yang mengeluh sakit perut atau tepatnya kram perut.
Gangguan kram perut ini tidak termasuk PMS walaupun kadang bersamaan dengan gejala PMS.

Bagaimana Cara Mengendalikan Emosi?

Sebagaimana kita perlu mengendalikan emosi marah, maka emosi sedih dan gundah gulana juga perlu kita kendalikan. Kondisi kejiwaan dan emosional yang sedang labil tidak boleh menjadi alasan untuk terus menerus larut dalam kesedihan. Berikut ini beberapa langkah yang bisa ditempuh para perempuan untuk mengendalikan kondisi emosional ketika sedang haid :
. . . tidak pernah didapati orang yang ikhlas dalam berdzikir dan berdoa kepada Allah mengalami depresi atau yang semisalnya.
1. Banyak berdzikir, mengingat Allah.
Kondisi seseorang yang menenangkan diri dengan cara berdzir dan berdoa pada Allah  terbukti bisa melejitkan kadar serotonin (hormon yang memunculkan efek bahagia atau gembira). Maka tidak pernah didapati orang yang ikhlas dalam berdzikir dan berdoa kepada Allah mengalami depresi atau yang semisalnya.

2. Mengalihkan emosi negatif ke hal-hal yang lebih bersifat positif.
Adakalanya kita tidak bisa tenang dengan sekedar meniatkan atau menginginkannya. Untuk itu diperlukan usaha untuk lebih menekan perasaan atau suasana hati yang tidak baik. Alihakan emosi dan tenaga yang dimiliki kepada kegiatan yang lebih bermanfaat dan tentunya tidak melanggar syari’at. Mendengarkan kajian sambil minum segelas minuman hangat bisa jadi pilihan ketika kita butuh menenangkan diri. Jangan mengikuti perasaan dengan membiarkan diri kita melamun atau mengerjakan hal-hal negatif seperti misalnya banyak mengeluh di facebook atau marah-marah tanpa alasan yang jelas.

3. Terapi bicara pada orang lain.
Dalam kondisi sendirian, seseorang lebih mudah terjatuh pada kegiatan negatif karena kurangnya kontrol sosial. Carilah teman yang bisa memberikan nasihat bermanfaat dan amanah (bisa dipercaya). Terapi bicara disini tidak berarti kita harus menumpahkan semua uneg-uneg hingga membuka aib pribadi. Bicara yang dimaksud adalah berusaha tetap terkoneksi dengan orang di sekitar kita, semisal orangtua, saudara, atau teman. Pembicaraan yang diangkat hendaknya yang bermanfaat dan tidak menambah beban pikiran kita. Ketika kita berbicara pada orang yang kita percaya, maka tubuh kita akan melepaskan senyawa-senyawa kimia yang merangsang perasaan gembira. Yang paling menonjol adalah dilepaskannya oksitosin akibat adanya perasaan aman, penuh dukungan, dan positif. Terapi bicara juga ditujukan untuk mempelajari strategi baru dalam mengatasi stress atau tekanan. Jika kondisi memungkinkan, momen silaturrohim ke keluarga atau ziarah ke rumah temah bisa menjadi wasilah (jalan) untuk melakukan terapi bicara.

4. Berolahraga.
Perempuan yang sedang haid tidak dilarang melakukan olahraga selama tidak berlebihan. Jangan lupa untuk melakukan pemanasan supaya perut tidak kram. Pilih olahraga ringan namun kontinu seperti jalan kaki atau senam. Tidak perlu sampai berjam-jam, cukup 20-30 menit namun rutin dalam berolahraga.

5. Mengerjakan Hobi.
Kesukaan kita pada sesuatu hal akan sangat membantu meningkatkan mood atau suasana hati yang tidak baik. Namun tentu saja kita harus memilih hobi yag bermanfaat dan tidak menyalahi syari’at. Kerjakan hobi di saat kita mulai dilanda suasana hati tidak menentu maka kita akan merasakan manfaatnya. Mungkin saja kita sudah lama tidak mengerjakan hobi karena minimnya waktu luang, maka ketika ada kesempatan segera manfaatkan dengan sebaik- baiknya. Hobi membaca, menulis, berkebun, menyulam, menjahit, atau memasak merupakan beberapa contoh hobi yang bisa dikerjakan perempuan yang sedang haid tanpa harus keluar rumah.


Beberapa contoh yang disebutkan di atas hanya sebagian kecil contoh cara-cara untuk mengatasi suasan hati yang tidak baik ketika sedang haid. Masih banyak lagi cara lain yang bisa ditempuh untuk menyingkirkan perasaan sedih atau galau. Namun satu hal yang harus selalu diingat, hendaknya jangan selalu mengikuti kata hati dan berhati-hatilah dengan bisikan syaithon. Hal ini mengingat kondisi keimanan seorang perempuan yang sedang haid biasanya turun drastis dari hari biasanya. Tepislah setiap niat atau pikiran buruk dan segera alihkan pada hal-hal yang bermanfaat. Meskipun tidak bisa sholat atau puasa, namun masih banyak ibadah yang bisa dikerjakan ketika sedang haid, seperti sedekah, mendengarkan kajian, dan perbuatan-perbuatan baik lainnya. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

Selama Masih Urusan Dunia...

Kamis, 10 Desember 2015

Ia Bukan Apa-apa, Bukan Masalah Besar atau Layak Untuk Dibesar-besarkan.

Diceritakan bahwa, ada seorang lelaki yang sedang hanyut dalam kesedihannya datang menemui Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a, ia pun berkata, “Wahai Amirul Mukminin, aku datang kepadamu karena aku sudah tidak mampu lagi menahan beban kesedihanku.”

Sayyidina Ali menjawab, “Aku akan mengajukan dua pertanyaan kepadamu dan jawablah !”
Lelaki itu berkata, “Ya, tanyakanlah !”
“Apakah engkau datang ke dunia bersama dengan masalah-masalah ini?” kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.
“Tentu tidak” jawabnya.
“Lalu apakah kau akan meninggalkan dunia dengan membawa masalah-masalah ini?” tanya Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a.
“Tidak juga” jawabnya.

Lalu Sayidina Ali r.a berkata: “Lalu mengapa kau harus bersedih atas apa yang tidak kau bawa saat datang dan tidak mengikutimu saat kau pergi?”
“Seharusnya hal ini tidak membuatmu bersedih seperti ini. Bersabarlah atas urusan dunia..
Jadikanlah pandanganmu ke langit lebih panjang dari pandanganmu ke bumi dan kau pun akan mendapat apa yang kau inginkan….
TERSENYUMLAH..!
KERANA RIZKIMU TELAH DIBAGI DAN DISUSUN RAPI OLEH ALLAH
DAN URUSAN HIDUPMU JUGA TELAH DIATUR OLEH YANG MAHA PENCIPTA...
Urusan dunia tidak layak untuk membuatmu bersedih semacam ini karena semuanya ada di tangan Yang Maha Hidup dan Maha Mengatur…”

Kemudian Sayyidina Ali bin Abi thalib r.a meneruskan ungkapannya,
“Seorang mukmin hidup dalam dua hal, yaitu kesulitan dan kemudahan. Keduanya adalah nikmat jika ia menyadarinya.
Di balik kemudahan ada rasa syukur. Sementara Allah telah berfirman,
وَسَيَجۡزِي ٱللَّهُ ٱلشَّٰكِرِينَ ١٤٤
“Allah akan Memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”
(QS. Ali Imran: 144)

Dan di balik kesulitan ada kesabaran, dan Allah telah berfirman,
إِنَّمَا يُوَفَّى ٱلصَّٰبِرُونَ أَجۡرَهُم بِغَيۡرِ حِسَابٖ ١٠
“Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.”
(QS. Az-Zumar: 10)

Bagi seorang mukmin, kesulitan dan kemudahan adalah ladang untuk menabung pahala dan merupakan hadiah dari Allah Subhanahu Wata’ala. Lalu kenapa masih bersedih?
Jangan selalu mengeluh “Ohh.. Betapa besar masalah yang aku hadapi”. Tapi katakan pada masalah itu, Sungguh aku punya Allah yang Maha Besar”.

Semoga cerita di atas menjadi bahan renungan untuk kita dalam mengarungi pasang-surut kehidupan dunia.

Hanya kepada Allah lah aku menyerahkan urusan hidup ini… Dan hanya kepada Allah lah tempat aku bergantung mengharap dan memohon pertolongan. Wallahu a’lam bisshawab.

Alqur'an, Tafsir, Terjemah dan Wanita Haid

Minggu, 05 Juli 2015

 Pengertian Alqur’an secara etimologi (bahasa)

Ditinjau dari bahasa, alqur’an berasal dari bahasa arab, yaitu bentuk masdar dari kata kerja qara'a - yaqra'u - qur'anan yang berarti bacaan atau sesuatu yang dibaca berulang-ulang. Konsep pemakaian kata tersebut dapat dijumpai pada salah satu surah alqur’an yaitu pada surat al Qiyamah ayat 17 - 18.

Pengertian Alqur’an secara terminologi (istilah islam)

Secara istilah, alqur’an diartikan sebagai kalam Allah swt, yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw sebagai mukjizat, disampaikan dengan jalan mutawatir dari Allah swt sendiri dengan perantara malaikat Jibril dan mambaca alqur’an dinilai ibadah kepada Allah swt.


Alqur’an adalah murni wahyu dari Allah swt, bukan dari hawa nafsu perkataan Nabi Muhammad saw. Alqur’an memuat aturan-aturan kehidupan manusia di dunia. Alqur’an merupakan petunjuk bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Di dalam alqur’an terdapat rahmat yang besar dan pelajaran bagi orang-orang yang beriman. Alqur’an merupakan petunjuk yang dapat mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju jalan yang terang.

Dari pengertian di atas diketahui bahwa alqur’an merupakan media ibadah yang ringan karena pelaksanaannya bisa kapanpun dan di manapun, namun memiliki nilai pahala yang patut untuk diperhitungkan, apalagi saat Ramadhan seperti sekarang ini, tentu pahalanya akan semakin berlipat ganda. Tidak demikian dengan para wanita, ada satu waktu dimana mereka mengalami haid. Sebagaimana disebutkan oleh para ulama bahwa di antara hal yang menghalangi seseorang untuk menjalankan ibadah, termasuk membaca alqur’an adalah haid. Ketika mengalami haid tersebut, tentu mereka terhalang untuk membaca alqur’an sehingga peluang untuk menabung pahala dari alqur’anpun akan tertahan.

Apa yang telah dijabarkan di atas adalah ketentuan untuk cetakan alqur’an yang murni, alias tidak ada tafsir atau terjemahannya. Lalu, apakah ketentuannya akan sama untuk tafsir alqur’an dan terjemahannya ???. Berikut ulasan singkatnya,

Dalam kitab Bughyah al-Mustarsyidiin disebutkan:

(مسألة ى) يُكْرَهُ حَمْلُ التّفْسِيْر ومَسُّه إِنْ زَادَ على القُرْآن وإلَّا حرم. وتَحْرُمُ قِرَاءَةُ القُرْآنِ عَلى نَحْوِ جُنُبٍ بِقَصْدِ القِرَاءةِ ولَوْ مَعَ غَيْرِهَا لاَ مَعَ الإِطْلاَقِ عَلى الرّاجِحِ ولاَ بِقَصْدِ غَيْرِ القِرَاءةِ كَرَدِّ غَلَطٍ وتَعْلِيْمٍ وتَبَرُّكٍ ودُعَاءٍ .

“Makruh membawa dan memegang tafsir yang jumlah hurufnya melebihi huruf qur’annya, bahkan haram jika jumlah hurufnya lebih sedikit dari qur’annya. Dan haram membaca alqur’an bagi orang-orang yang dalam keadaan junub dan sejenisnya (orang yang berhadats besar) bila bertujuan untuk membacanya meskipun alqur’annya bersama tulisan lain, tapi tidak haram baginya bila memutlakkan tujuannya menurut pendapat yang kuat. Juga tidak haram tanpa adanya tujuan membacanya seperti saat membenarkan bacaan yang salah, mengajar, mencari keberkahan dan berdoa.” [Bughyah al-Mustarsyidiin hal. 26].

Kesimpulan :
-     Membaca alquran bagi wanita haid hukumnya haram, kecuali bila tidak terdapat unsur qoshdul qiroáh (bertujuan membaca alqur’an) seperti bertujuan membenarkan bacaan yang salah, mengajarkan alqur’an, mencari keberkahan atau berdoa.
-     Memegang/membawa alqur’an yang ada tafsirnya bagi wanita haid hukumnya haram kecuali bila jumlah huruf tafsirnya lebih banyak ketimbang huruf alqur’annya, maka hukumnya makruh. Dengan catatan tidak memegang/menyentuh bagian tulisan alqur’annya.
Sedangkan untuk masalah memegang/membawa alqur’an yang ada terjemahnya, mutlak haram kecuali saat ia menghawatirkan tersia-siakannya alqur’an [1]. Dalam Kitab Nihayah Az-zein disebutkan,

أمَّا تَرْجَمَةُ المُصْحَفِ المَكْتُوْبَةِ تَحْتَ سُطُوْرِهِ فَلَا تُعْطَى حُكْمَ التَّفْسِيْرِ بَلْ تَبْقَى لِلْمُصْحَفِ حُرْمَةُ مَسِّهِ وحَمْلِهِ كَمَا أَفْتَى بِه السيّد أَحْمَدُ دَحْلَان حَتّى قَالَ بَعْضُهُمْ إِنَّ كِتَابَةَ تَرْجَمَةِ المُصْحَف حَرَامٌ مُطْلَقاً سَوَاءٌ كاَنَتْ تَحْتَهُ أَمْ لَا فَحِيْنَئِذٍ يَنْبَغِي أَنْ يُكْتَبَ بَعْدَ المُصْحَفِ تَفْسِيْرُهُ بِالعَرَبِيّةِ ثُمّ يُكْتَبُ تَرْجَمَةُ ذَلِكَ التَّفْسِيْرِ

“Terjemah Alquran yang ditulis di bawahnya tidak bisa disamakan dengan hukum tafsir alqur’an (dimana kalau jumlah huruf qur’annya lebih banyak ketimbang huruf tafsirnya tidak boleh dipegang oleh orang yang menanggung hadats). Hukum yang berlaku untuk terjemah alqur’an sama dengan alqur’an dalam arti tidak boleh dibawa/dipegang oleh orang yang hadats, seperti yang difatwakan oleh Sayyid Ahmad Dahlan. Bahkan sebagian ulama menyatakan menerjemah alqur’an di bawahnya atau di mana saja hukumnya haram secara mutlak, karena sebaiknya ditulis qur’annya dulu baru ditulis tafsirnya kemudian baru diterjemahkan tafsirnya.” (Nihayah Az-zain I/33).

Sedikit tambahan,
Kalau ketentuan untuk orang yang berhadats besar termasuk wanita haid terkait alqur’an adalah demikian, apakah bagi mereka yang berhadats kecil juga sama???. Jawabnya adalah, sama, kecuali dalam masalah membaca alqur’an. Bagi orang yang berhadats kecil diperbolehkan untuk membaca al’qur’an tanpa menyentuh dan membawanya.
Wallaahu A'lamu Bishshawaab




Catatan :
[1]. Disebutkan dalam kitab Faidhul Khabir,

إعلم أن الترجمة لغة النقل وعرفا قسمان : ترجمة معنوية تفسيرية وهي عبارة عن بيان معنى الكلام وشرحه بلغة أخرى من غير تقييد بحرفية النظم ومراعاة أسلوب الأصل وترتيبه .فيض الخبير : .٢٣
.أما الترجمة التفسيرية المعنوية لأحكامه فجائزة اتفاقا بشرط التثبت في النقل والتحري لأقوال الصحابة والتابعين و علماء السنة فيكون تفسيرا موجزا صحيحا كافيا على قدر المستطاع و يعتبر بيانا لا قرأنا و تبليغا لأحكامه لا معجزا و تبيانا. فيض القدير ص : ٢٦

Ada yang mengatakan bahwa terjemah yang ada sekarang ini termasuk terjemah tafsiriyah ma'nawiyah, karena terjemah tersebut diambil dari tafsir yang diakui maka bisa dikategorikan juga sebagai tafsir, sehingga hukumya sama seperti tafsir murni. Sebagaimana ketentuan di atas, jika jumlah hurufnya lebih banyak ketimbang qur’annya maka boleh memegang/membawanya.
Wallahu a’lam bishshawab.

Tidak Cukup Hanya Lapar Dan Dahaga

Jumat, 03 Juli 2015

Sebagian orang beranggapan bahwa keridho-an Allah di bulan Ramadhan bisa didapatkan hanya dengan menahan lapar dan dahaga mulai terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari waktu maghrib. Padahal tidak demikian, karena puasa adalah suatu ibadah yang sangat sempurna yang memiliki beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Apabila ketentuan tersebut tidak dipenuhi maka mustahil Allah akan ridho dengan apa yang telah dikerjakannya. Alih-allih mendapat pahala yang berlipat ganda, justru yang ia dapatkan hanyalah siksaan yang berupa lapar dan dahaga di dunia, dan lebih parah lagi siksaan yang pedih kelak di akhirat.

Ibnu Majah telah meriwayatkan satu hadits dari Abu Hurairah radhiyallallahu anhu, beliau berkata, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : ”Banyak sekali orang-orang yang berpuasa, yang dia dapatkan dari puasanya itu hanya lapar dan dahaga. Dan banyak sekali orang yang qiyamullail (ibadah diwaktu malam), yang dia dapatkan dari ibadahnya itu hanya terjaga di waktu malam.” (H.R Ibnu Majah)

Allah subhanahu wata’ala memerintahkan kita berpuasa untuk membersihkan diri kita dari nafsu-nafsu yang kotor kemudian menghiasinya dengan akhlaq yang terpuji sehingga mata batin kita menjadi jernih. Allah sebutkan dalam alqur’an tentang tujuan puasa ini adalah agar kita menjadi orang yang bertaqwa,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang-orang yang bertaqwa.” (Q.S Al Baqarah : 182)

Dan inilah puasa yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Imam Bukhari meriwayatkan satu hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, beliau berkata, bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam : “Barang siapa yang tidak mau meninggalkan perkataan dan pekerjaan bohong, maka Allah tiada peduli dengan apa yang diusahakannya dengan meninggalkan makan dan minum (puasanya).” (H.R Imam Bukhori)

Dalam riwayat yang lain sahabat Abu Hurairah radhiyallahu anhu juga menyebutkan,
“Bersabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, Allah subhanahu wata’ala berfirman (dalam hadits qudsi) : “Semua amal ibadah manusia bagi mereka sendiri kecuali puasa, karena puasa adalah hakku dan Aku yang akan melipat gandakan pahalanya sesuai kehendak-Ku. Dan puasa merupakan perisai (yang menghalangi gerak nafsu), maka ketika datang masa puasa salah seorang diantara kalian, janganlah ia berkata yang kotor dan membentak-bentak. Jika ada yang memaki atau memusuhinya maka hendaklah ia berkata, “saya adalah orang yang sedang berpuasa”. (H.R Imam Bukhori)

Maka dari itu, jagalah selalu puasa kita dan sempurkanlah ibadah kita. Sadarilah bahwa pahala yang dijanjikan untuk orang-orang yang berpuasa hanyalah diperuntukkan bagi mereka yang bisa menahan diri mereka dari perilaku yang dilarang oleh Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya, tidak hanya dengan menahan lapar dan dahaga seharian.

Coba sejenak kita renungkan,
Apa yang telah kita kerjakan seharian ini… masihkah kata-kata kotor keluar dengan begitu mudahnya dari mulut ini, masihkah pandangan-pandangan jahil yang menuntun mata ini, masihkah tangan dan kaki ini bergerak sekehendak diri mengikuti nafsu yang semakin menjadi-jadi…

Duh Gusti… berilah hamba-Mu ini kekuatan agar mampu melewati sisa waktu yang Engkau berkahi, mengisinya dengan hal-hal yang membahagiakan-Mu dan Membahagiakan Kekasih-Mu, Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Amin.
 
Powered by Telu Wolu 38

Most Reading

Jadwal Waktu Sholat